Hujan Diatas Sajadah

lima kali sehari rintik itu turun
terkadang menjelma resah di sepertiga malam
ia berlinang di pelupuk mata
diantara hening sujudku kepada-Nya
melangitkan puja puji untuk semesta
merapal doa dan menggemakan setiap asa
yang sekedar mampir dalam benak
atau yang menetap dan menunggu untuk dikabulkan
susah payah merengkuh tanganNya
dalam setiap tegar dan goyahku
meski tak tahu harap mana yang kan Ia beri restu

Perjumpaan di Kereta

kereta yang kutumpangi perlahan mengurangi kecepatannya. sesuai dengan yang tertera di jadwal, kereta ini akan tiba di stasiun terakhir pada pukul 17.38.
kulihat jam di ponselku. sudah pukul 5 sore lebih 35 menit. Tak lama lagi aku akan turun.

diam-diam kulirik gadis yang duduk di seberang kursiku. entah apa yang menarik, tapi sejak ia naik–tepatnya dari Stasiun Palmerah– mataku sulit beranjak darinya.

“Penumpang yang terhormat
sesaat lagi kita akan tiba di stasiun tujuan. 
sebelum meninggalkan kereta
silahkan periksa kembali perasaan anda
jangan sampai ada perhatian yang tertinggal”

astaga, apa aku tidak salah dengar?

Papan Tombol

bagimu mungkin aku seperti papan tombol
dengan angka, huruf, simbol dan tanda baca di dalamnya.
sedangkan kau adalah operator yang cerdas.
namun kini yang terlihat di depanmu hanya tanda minus
huruf, angka, dan tanda baca lain seolah rusak
memudar dan tak bisa digunakan
Lalu dengan kuat dan terus menerus kau tekan tanda minus
seketika mataku panas dan tubuhku kesakitan

Usai

kau bilang jangan cepat menyerah
tapi separuh jiwaku mulai lelah
kau bilang jangan mudah bosan
tapi rasa yang kupunya hampir kehilangan makna
perlahan ia berganti menjadi keluh kesah
pun tawa hanya tinggal sisa
namun kau tak kunjung peka
hingga resah dalam benakku melahirkan tanya
masih sanggupkah kita berbagi dunia?

Rahasia

biarlah mereka mengira-ngira
meski hanya bermodal prasangka
atau apa yang dilihat oleh mata.
atas sempurna yang kau punya.
walau tak ada yang benar-benar tahu
kerikil sebanyak apa yang pernah kau injak
jalan seterjal apa yang berhasil kau lewati
dan badai segaduh apa yang telah kau hadapi
cukup pelangi saja yang kau tunjukkan
atau kembang api yang kau nyalakan
gelap dan lara, biar abadi menjadi rahasia antara kau dan Dia.

Menjaga Asa

Hatimu mungkin mendung

Walau di luar terbentang langit biru

Dan sang surya gagah menumpahkan sinarnya

Jiwamu mungkin gelisah

Meski ombak di samudera mengayun tenang

Dan angin membelai rambutmu pelan

Tak apa,

Asalkan tetap kau peluk erat harapan

Meski ia setipis kertas

Atau sekecil pasir di pinggir pantai

Biarkan ia hidup dan bercahaya, di antara lelah, gundah, dan ragumu.

Seperti Tahu Bulat

beberapa bulan lalu
bisa kau temukan dengan mudah
mangkal di ujung gang
atau berjalan pelan di depan rumah
digoreng dadakan, lima ratusan
gurih, ujar penjualnya.

Tapi beberapa hari terakhir,
tak kau temukan ia dimana-mana.
kau kini lebih akrab dengan jalan yang mendadak ditutup
petugas yang mendadak datang ke rumah tetanggamu, marah-marah karena karena warung belum ditutup 

lalu kau sadar,
pernyataan mereka yang kau dengar,
perbuatan mereka yang kau lihat,
nyatanya seperti tahu bulat,
digoreng dadakan,
digonta ganti seenak jidat,
hilang timbul seperti jerawat

Pengalaman ke Kidz Dental Care BSD (Part I)

Udah satu bulan nggak nulis. Wkwk padahal biasanya dalam sebulan saya bisa nulis lebih dari 1 postingan.  Yap, memasuki masa new normal alias normal baru ini, aktivitas kantor emang padat banget. Ditambah lagi, 3 bulan terakhir saya juga sedang dalam persiapan untuk mengikuti SKB Seleksi CPNS 2019 (nanti kapan2 saya share ya ceritanya).  Alhasil lupa deh kalau punya blog.

Baru inget siang ini—itupun setelah gulang guling di kasur karena nggak bisa tidur siang—kalau kayaknya momen Said lagi nggak di rumah karena main di tempat Aki dan Nininya ini harus dimanfaatkan buat nulis di blog lagi.

Kali ini saya mau share tentang pengalaman Said untuk konsultasi dan berobat ke klinik gigi bulan Oktober yang lalu. Wait, Said giginya kenapa? Kok sampai harus dibawa ke dokter gigi?

Jadi gini buibu pakbapak sekalian, perawatan gigi itu ternyata PENTING BANGET! Dan sebaiknya, dimulai sejak usia dini, karena kalau udah dewasa, masalah yang timbul makin banyak dan tentunya biaya makin mahal. Alasan inilah yang memantapkan hati saya dan suami untuk segera membawa Said konsultasi ke dokter gigi.

Sebenarnya sih, Said nggak menunjukkan keluhan apapun pada giginya. Nggak rewel. Kalau makan juga lancar-lancar aja. Sikat gigi juga nggak ribet walaupun masih belum bisa kumur dengan baik.

 Tapi, Said punya 1 gigi di bagian atas yang tumbuhnya cuma separo. Iya, kayak nggak tuntas gitu. Jadi giginya nggak sejajar dengan gigi lainnya. Bentuknya seperti habis kepotong atau pecah karena terbentur, padahal dia nggak pernah jatoh sampai membentur gigi. Selain itu, di gigi yang cuma separo ini ada bercak kecoklatan yang sulit untuk dibersihkan.

Kami curiga giginya keropos dan ingin mencari tahu kenapa giginya yang 1 ini tumbuhnya nggak maksimal.

Kami pun coba cari info kira-kira dimana klinik atau rumah sakit yang masih membuka layanan untuk konsultasi gigi, secara masa pandemi gini nggak semua fasilitas kesehatana membuka seluruh layanannya.

Setelah googling, terpilihlah dua klinik spesialis gigi yang lokasinya nggak jauh dari rumah kami dan buka praktek saat akhir pekan. Yaitu Audy Dental (https://www.audydental.com/) dan Kidz Dental Care and Orthodontic Clinic (http://kidzdental.co.id/location/). Awalnya kami memilih Audy Dental karena mereka mencantumkan informasi kisaran biaya perawatan gigi di situsnya. Soalnya kami berencana untuk konsultasi dengan biaya sendiri alias tanpa asuransi. Tapi ternyata saat itu jadwal Audy Dental full dan kami harus menunggu hingga seminggu untuk dapat jadwal.

Daripada menunda, saya dan papanya Said memutuskan untuk menghubungi Kidz Dental Care sebagai alternatif.  Setelah registrasi dan tanya-tanya melalui Whatsapp, alhamdulilah Said langsung dapat jadwal sesuai keinginan. Hari Sabtu, tanggal 10 Oktober 2020, kami melakukan kunjungan pertama ke Kidz Dental Care

Deg-degan karena ini pertama kalinya bawa Said untuk periksa gigi. Ditambah lagi Said agak susah diajak ke dokter. First impression waktu melangkahkan kaki ke Kidz Dental Care : anak-anak banget!

Tembok ruangannya colourful, dihias sedemikian rupa buat menarik perhatian anak-anak. Said sendiri ekspresinya kayak amazed dan excited liat gambar-gambar hewan di temboknya. Doi belum tau kalau giginya nanti bakalan diubek-ubek.

Kami diminta menunggu sekitar 20 menit karena ternyata masih ada pasien di dalam yang belum selesai. Untungnya Said nggak rewel atau cranky, cuma nggak bisa diem aja kesana kemari.

Nggak lama setelah itu kami dipanggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Ruangnya transparan, jadi keliatan semua peralatan-peralatan perawatan gigi yang canggih di dalamnya.

Saat itu Said ditangani oleh 1 orang dokter dan 1 orang asistennya. Mereka menggunakan APD lengkap karena masih masa pandemi. Dokter yang menangani namanya drg Harumi, Sp. KgA.

Said kemudian diminta buka mulut untuk dicek kondisi giginya. Doi mulai rewel tapi alhamdulilah masih terkendali karena diatas ada semacam LCD yang menampilkan video untuk menghibur anak-anak, biar mereka enjoy dan nggak berontak saat diperiksa.

Disini, bagian dalam mulut Said beserta gigi-giginya difoto dan kondisinya dijelaskan kepada kami. Ternyata, gigi Said yang cuma separuh ini memang keropos dan tumbuhnya tidak normal seperti gigi lainnya. Penyebabnya pun bisa bermacam (sayangnya saya lupa mencatat apa aja penyebabnya). Pengeroposan ini menyebabkan adanya lubang atau celah yang jika dibiarkan akan menjadi tempat bersarangnya bakteri. Selain itu, gusi di sekeliling gigi ini menjadi agak bengkak karena terdesak oleh potongan gigi yang gagal tumbuh ini. Untungnya menurut Dokter Harumi, gigi-gigi yang lain sehat dan normal. Hanya butuh dirawat dengan baik aja

Beliau pun menyarankan untuk sementara celah ini dibersihkan terlebih dahulu kemudian diberikan semacam antiseptik dan kemudian ditambal sementara agar kuman tidak bisa masuk. Beliau juga menjelaskan kisaran biaya untuk tindakan ini.

Setelah itu tindakan perawatan ini mulai dilakukan. Dokter Harumi menganjurkan agar Said dibaringkan sambil dipegangi badannya agar tidak berontak, karena prosesnya akan membuat anak tidak nyaman.

Seperti dugaan saya, Said pun rewel. Setelah setengah jalan akhirnya dia nangis kejer. Tapi untungnya Dokter dan suster yang bertugas sigap dan sabar banget menangani. Walaupun ngga enak banget rasanya sama mereka karena jadi berisik. Prosesnya terasa lamaaa banget, padahal setelah saya liat jam sebenarnya proses ini hanya memakan waktu sekitar 20-30 menit.

Alhamdulilah akhirnya pembersihan celah di bagian gigi yang keropos ini selesai dan Said langsung tenang setelah Dokter Harumi berkata “yuk udah selesai nih”. Saat itu juga doi nimpalin dan bilang “udah, cecaiii” wkwkw kami semua ketawa dan gagal fokus gara-gara ini anak.

Setelah itu, Dokter Harumi menjelaskan kepada kami tentang tindaklanjut dari perawatan ini, dan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan setelah perawatan. Untuk sementara Said belum boleh minum selama setengah jam kedepan dan tidak boleh makan selama satu jam kedepan. Selain itu, beliau juga meminta kami untuk kontrol kembali dua minggu setelah perawatan (tanggal 24 Oktober) untuk tindakan lanjutan.

Tepat pukul 16.00 kami meninggalkan ruang pemeriksaan dan bergegas menuju kasir. Oh ya, karena ini klinik khusus anak-anak, setiap pasien boleh memilih souvenir untuk dibawa pulang sebagai hadiah. Said sendiri kemarin memilih sticker mobil yang langsung bikin dia lupa kalau giginya habis dibersihin

Berikut rincian biaya perawatan pembersihan gigi di Kidz Dental Care BSD :

-biaya registrasi : Rp 150.000,- (berlaku selama masa pandemi untuk keperluan APD)

-biaya konsultasi + perawatan : Rp 444.000,- (free biaya konsultasi jika disertai dengan perawatan/tindakan)

TOTAL : Rp 594.000,-
Alamat Kidz Dental Orto BSD :

Ruko Golden Madrid I Blok B-18

(021) 531 604 31 , 531 604 32
WA : 0857-7227-7855

Instagram : @kidzdentalortho

Sekian dulu buibu pakbapak, semoga info ini bermanfaat. Trus gimana tindakan selanjutnya setelah kontrol? Nantikan di postingan part II ya 😊

Pesan Dari Samudera

bukan maksud hati enggan memahami

segenap cela dan puji yang Tuan miliki

hanya saja bahtera ini mendamba lahirnya nakhoda

yang tak hanya pandai dan rupawan

Tapi juga sigap dan cekatan

tangguh menghadapi amuk badai di lautan

tak angkuh saat berhasil melewatinya

Namun yang kurasa adalah kapal ini terombang ambing, Tuan.

Kita berlayar tak tentu arah

Langkahmu kalah cepat dibanding sekoci-sekoci yang diturunkan saat kita nyaris tenggelam

Siasatmu kalah cermat dibanding alam yang telah jelas memberimu isyarat namun kau abaikan

separuh nyawa bahtera ini ada padamu, Tuan

tak belajarkah kau dari pengalaman?

tak maukah kau memperbaiki cacat kita bersama?

mungkin kau masih belum rela melepas nyaman yang ayah bundamu selalu berikan

mungkin kau masih ingin menetap di hangat rumahmu yang mewah

dan belum siap mengarungi samudra yang penuh dengan ketidakpastian

jika iya, pulanglah, Tuan.

Karena kapal ini telah bersiap untuk melaju tanpa nakhoda.