Pengalaman ke Kidz Dental Care BSD (Part I)

Udah satu bulan nggak nulis. Wkwk padahal biasanya dalam sebulan saya bisa nulis lebih dari 1 postingan.  Yap, memasuki masa new normal alias normal baru ini, aktivitas kantor emang padat banget. Ditambah lagi, 3 bulan terakhir saya juga sedang dalam persiapan untuk mengikuti SKB Seleksi CPNS 2019 (nanti kapan2 saya share ya ceritanya).  Alhasil lupa deh kalau punya blog.

Baru inget siang ini—itupun setelah gulang guling di kasur karena nggak bisa tidur siang—kalau kayaknya momen Said lagi nggak di rumah karena main di tempat Aki dan Nininya ini harus dimanfaatkan buat nulis di blog lagi.

Kali ini saya mau share tentang pengalaman Said untuk konsultasi dan berobat ke klinik gigi bulan Oktober yang lalu. Wait, Said giginya kenapa? Kok sampai harus dibawa ke dokter gigi?

Jadi gini buibu pakbapak sekalian, perawatan gigi itu ternyata PENTING BANGET! Dan sebaiknya, dimulai sejak usia dini, karena kalau udah dewasa, masalah yang timbul makin banyak dan tentunya biaya makin mahal. Alasan inilah yang memantapkan hati saya dan suami untuk segera membawa Said konsultasi ke dokter gigi.

Sebenarnya sih, Said nggak menunjukkan keluhan apapun pada giginya. Nggak rewel. Kalau makan juga lancar-lancar aja. Sikat gigi juga nggak ribet walaupun masih belum bisa kumur dengan baik.

 Tapi, Said punya 1 gigi di bagian atas yang tumbuhnya cuma separo. Iya, kayak nggak tuntas gitu. Jadi giginya nggak sejajar dengan gigi lainnya. Bentuknya seperti habis kepotong atau pecah karena terbentur, padahal dia nggak pernah jatoh sampai membentur gigi. Selain itu, di gigi yang cuma separo ini ada bercak kecoklatan yang sulit untuk dibersihkan.

Kami curiga giginya keropos dan ingin mencari tahu kenapa giginya yang 1 ini tumbuhnya nggak maksimal.

Kami pun coba cari info kira-kira dimana klinik atau rumah sakit yang masih membuka layanan untuk konsultasi gigi, secara masa pandemi gini nggak semua fasilitas kesehatana membuka seluruh layanannya.

Setelah googling, terpilihlah dua klinik spesialis gigi yang lokasinya nggak jauh dari rumah kami dan buka praktek saat akhir pekan. Yaitu Audy Dental (https://www.audydental.com/) dan Kidz Dental Care and Orthodontic Clinic (http://kidzdental.co.id/location/). Awalnya kami memilih Audy Dental karena mereka mencantumkan informasi kisaran biaya perawatan gigi di situsnya. Soalnya kami berencana untuk konsultasi dengan biaya sendiri alias tanpa asuransi. Tapi ternyata saat itu jadwal Audy Dental full dan kami harus menunggu hingga seminggu untuk dapat jadwal.

Daripada menunda, saya dan papanya Said memutuskan untuk menghubungi Kidz Dental Care sebagai alternatif.  Setelah registrasi dan tanya-tanya melalui Whatsapp, alhamdulilah Said langsung dapat jadwal sesuai keinginan. Hari Sabtu, tanggal 10 Oktober 2020, kami melakukan kunjungan pertama ke Kidz Dental Care

Deg-degan karena ini pertama kalinya bawa Said untuk periksa gigi. Ditambah lagi Said agak susah diajak ke dokter. First impression waktu melangkahkan kaki ke Kidz Dental Care : anak-anak banget!

Tembok ruangannya colourful, dihias sedemikian rupa buat menarik perhatian anak-anak. Said sendiri ekspresinya kayak amazed dan excited liat gambar-gambar hewan di temboknya. Doi belum tau kalau giginya nanti bakalan diubek-ubek.

Kami diminta menunggu sekitar 20 menit karena ternyata masih ada pasien di dalam yang belum selesai. Untungnya Said nggak rewel atau cranky, cuma nggak bisa diem aja kesana kemari.

Nggak lama setelah itu kami dipanggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Ruangnya transparan, jadi keliatan semua peralatan-peralatan perawatan gigi yang canggih di dalamnya.

Saat itu Said ditangani oleh 1 orang dokter dan 1 orang asistennya. Mereka menggunakan APD lengkap karena masih masa pandemi. Dokter yang menangani namanya drg Harumi, Sp. KgA.

Said kemudian diminta buka mulut untuk dicek kondisi giginya. Doi mulai rewel tapi alhamdulilah masih terkendali karena diatas ada semacam LCD yang menampilkan video untuk menghibur anak-anak, biar mereka enjoy dan nggak berontak saat diperiksa.

Disini, bagian dalam mulut Said beserta gigi-giginya difoto dan kondisinya dijelaskan kepada kami. Ternyata, gigi Said yang cuma separuh ini memang keropos dan tumbuhnya tidak normal seperti gigi lainnya. Penyebabnya pun bisa bermacam (sayangnya saya lupa mencatat apa aja penyebabnya). Pengeroposan ini menyebabkan adanya lubang atau celah yang jika dibiarkan akan menjadi tempat bersarangnya bakteri. Selain itu, gusi di sekeliling gigi ini menjadi agak bengkak karena terdesak oleh potongan gigi yang gagal tumbuh ini. Untungnya menurut Dokter Harumi, gigi-gigi yang lain sehat dan normal. Hanya butuh dirawat dengan baik aja

Beliau pun menyarankan untuk sementara celah ini dibersihkan terlebih dahulu kemudian diberikan semacam antiseptik dan kemudian ditambal sementara agar kuman tidak bisa masuk. Beliau juga menjelaskan kisaran biaya untuk tindakan ini.

Setelah itu tindakan perawatan ini mulai dilakukan. Dokter Harumi menganjurkan agar Said dibaringkan sambil dipegangi badannya agar tidak berontak, karena prosesnya akan membuat anak tidak nyaman.

Seperti dugaan saya, Said pun rewel. Setelah setengah jalan akhirnya dia nangis kejer. Tapi untungnya Dokter dan suster yang bertugas sigap dan sabar banget menangani. Walaupun ngga enak banget rasanya sama mereka karena jadi berisik. Prosesnya terasa lamaaa banget, padahal setelah saya liat jam sebenarnya proses ini hanya memakan waktu sekitar 20-30 menit.

Alhamdulilah akhirnya pembersihan celah di bagian gigi yang keropos ini selesai dan Said langsung tenang setelah Dokter Harumi berkata “yuk udah selesai nih”. Saat itu juga doi nimpalin dan bilang “udah, cecaiii” wkwkw kami semua ketawa dan gagal fokus gara-gara ini anak.

Setelah itu, Dokter Harumi menjelaskan kepada kami tentang tindaklanjut dari perawatan ini, dan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan setelah perawatan. Untuk sementara Said belum boleh minum selama setengah jam kedepan dan tidak boleh makan selama satu jam kedepan. Selain itu, beliau juga meminta kami untuk kontrol kembali dua minggu setelah perawatan (tanggal 24 Oktober) untuk tindakan lanjutan.

Tepat pukul 16.00 kami meninggalkan ruang pemeriksaan dan bergegas menuju kasir. Oh ya, karena ini klinik khusus anak-anak, setiap pasien boleh memilih souvenir untuk dibawa pulang sebagai hadiah. Said sendiri kemarin memilih sticker mobil yang langsung bikin dia lupa kalau giginya habis dibersihin

Berikut rincian biaya perawatan pembersihan gigi di Kidz Dental Care BSD :

-biaya registrasi : Rp 150.000,- (berlaku selama masa pandemi untuk keperluan APD)

-biaya konsultasi + perawatan : Rp 444.000,- (free biaya konsultasi jika disertai dengan perawatan/tindakan)

TOTAL : Rp 594.000,-
Alamat Kidz Dental Orto BSD :

Ruko Golden Madrid I Blok B-18

(021) 531 604 31 , 531 604 32
WA : 0857-7227-7855

Instagram : @kidzdentalortho

Sekian dulu buibu pakbapak, semoga info ini bermanfaat. Trus gimana tindakan selanjutnya setelah kontrol? Nantikan di postingan part II ya 😊

Pesan Dari Samudera

bukan maksud hati enggan memahami

segenap cela dan puji yang Tuan miliki

hanya saja bahtera ini mendamba lahirnya nakhoda

yang tak hanya pandai dan rupawan

Tapi juga sigap dan cekatan

tangguh menghadapi amuk badai di lautan

tak angkuh saat berhasil melewatinya

Namun yang kurasa adalah kapal ini terombang ambing, Tuan.

Kita berlayar tak tentu arah

Langkahmu kalah cepat dibanding sekoci-sekoci yang diturunkan saat kita nyaris tenggelam

Siasatmu kalah cermat dibanding alam yang telah jelas memberimu isyarat namun kau abaikan

separuh nyawa bahtera ini ada padamu, Tuan

tak belajarkah kau dari pengalaman?

tak maukah kau memperbaiki cacat kita bersama?

mungkin kau masih belum rela melepas nyaman yang ayah bundamu selalu berikan

mungkin kau masih ingin menetap di hangat rumahmu yang mewah

dan belum siap mengarungi samudra yang penuh dengan ketidakpastian

jika iya, pulanglah, Tuan.

Karena kapal ini telah bersiap untuk melaju tanpa nakhoda.

Tanda Tanya

namamu lihai menyusup di antara barisan aksara
saat hatiku yang pernah kau porakporandakan
hampir sembuh dari luka yang kau goreskan
dan aku masih saja berharap
bahwa namaku yang akan abadi
dalam sujud dan doa yang kau langitkan
seperti kemarau yang diam-diam merindukan rintik hujan
pun aku tak mampu bersandiwara
karena peluk ini tetap mendamba hadirmu
begitu pun rasa ini enggan memudar
meski segala tentangmu adalah sebuah tanda tanya.

Tak Lagi Sama

masaku kini telah habis
satu persatu selesai terkikis
apa aku terlalu egois?
jika inginku segala kisah berlanjut abadi
jika inginku rindu ini selalu sembuh terobati
jika inginku setiap raga setia tuk menemani
jika inginku tak ada jiwa yang beranjak pergi
sebab ternyata duniaku terasa hampa
ketika mereka gugur menyisakan nama
saat perlahan ceritaku berubah tak lagi sama.
hingga memaksaku berdiri tegar
mengarungi realitas yang tak kukenali wajahnya.

 

Bulan Selepas Senja

Langit senja turut mengantarkan kepergiannya hari itu. Tubuh mungilnya tampak sedikit tenggelam dalam jaket yang ia kenakan.

“Makasih ya Wan” ucap gadis itu sembari memasang capuchon di kepalanya

“Untuk apa?”

“Udah bersedia jadi sopir pribadi. hehehe” ia terkekeh

Apa yang enggak aku lakukan buat kamu, Bulan. balasku dalam hati. ternyata rasaku padanya tak berubah.

“Nggak percaya rasanya bisa ketemu kamu lagi, Wan”

“Lebay” balasku asal. Padahal, aku juga tidak menyangka bisa bertemu lagi dengannya. Setelah empat tahun ia kembali ke kampung halamannya di Jakarta.

“Ngomong-ngomong, pacarmu nggak nyariin nih?” tanyanya jahil

“Apaan sih. Aku nggak punya pacar”

“Masa?”

“Lah kamu sendiri, udah umur segini bukannya nikah” balasku tak mau kalah

Matanya tiba-tiba menerawang.

“Membuka hati nggak semudah itu Wan” jawab Bulan lirih

“Tanpa kita sadari, banyak hal dalam hidup yang terlihat begitu sederhana. Namun ternyata begitu rumit dan sulit untuk kita pahami ataupun percayai. Salah satunya adalah cinta” lanjutnya sambil menoleh ke arahku dan memasang tas ransel di punggungnya

“Maksudmu, kamu nggak percaya cinta?”

Ia menghela nafas

“Bukan nggak percaya, tapi mungkin belum percaya dan belum siap membuka hatiku untuk itu”

Sebuah senyuman manis terukir di wajahnya. Meski apa yang ia katakan layaknya jawaban pahit atas segala pertanyaan dan rasaku untuknya selama ini.

Tak lama kemudian terdengar pengumuman bahwa kereta yang  membawanya pulang akan segera tiba.

“Pulang dulu ya Wan” ia melambaikan tangannya dan beranjak pergi

Saat itu juga perasaanku jadi lebih lega. Diam-diam aku berdoa agar suatu saat bisa membuatnya percaya.

Serba Serbi Pekerjaan : 5 Tools Yang Jadi Sahabat Staf Akuntansi & Keuangan

Jaman sekarang, terdapat banyak pilihan pekerjaan dan profesi yang bisa ditekuni. Mulai dari yang konvensional seperti dokter, guru, akuntan, hingga yang unik dan kekinian seperti content writer, vlogger, atau influencer. Pekerjaan bahkan tidak lagi identik dengan berangkat ke kantor di pagi buta dan pulang ke rumah saat malam tiba. Bahkan, ada pekerjaan yang bahkan bisa dilakukan sambil tiduran di kamar. Seperti kata pepatah, nobodys perfect. Begitupun dengan profesi atau pekerjaan, tidak ada pekerjaan yang sempurna. Setiap pekerjaan tersebut tentunya memiliki konsekuensi, risiko beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Salah satu hal yang dipertimbangkan dalam memilih pekerjaan adalah jurusan yang diambil saat kuliah. Masyarakat cenderung untuk melamar pekerjaan yang sesuai atau berkaitan dengan jurusan yang mereka ambil di perguruan tinggi. Pemahaman dan pengetahuan yang relevan dengan suatu jabatan tentunya akan membantu proses adaptasi sehingga lebih cepat dan efisien.  Meski tidak sedikit pula yang menjalani profesi atau pekerjaan yang tidak berkaitan langsung dengan gelar akademik yang didapatkan setelah lulus kuliah. Saya sendiri saat ini memilih untuk menggeluti profesi atau pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya semasa kuliah, yaitu Akuntansi dan Keuangan

 

Ingin mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari semasa kuliah ke dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut yang mendasari saya dalam memilih pekerjaan di bidang Akuntansi dan Keuangan. 4 bulan setelah lulus kuliah, saya diterima menjadi Staf Akuntansi dan Keuangan di sebuah perusahaan swasta berskala menengah. Jadilah titel “pegawai kantoran” secara tidak resmi melekat di dalam diri.  Ya, sebagian besar tugas dan tanggung jawab sebagai staf keuangan mengharuskan para pelaksananya untuk bekerja di kantor dengan jadwal yang mengikat, alias tidak bisa dieksekusi di luar ruangan kantor. Konsekuensinya, saya harus mengikuti jadwal masuk dan pulang kantor yang sifatnya semi permanen dan terstruktur setiap harinya.

 

Selama ini, Staf Akuntansi dan Keuangan identik dengan angka dan uang. Staf Akuntansi bertugas untuk mencatat semua transaksi keuangan secara tepat dan akurat. Catatan transaksi tersebut kemudian diolah dan disusun menjadi suatu laporan keuangan Laporan keuangan ini nantinya akan digunakan oleh pihak manajemen untuk proses pengambilan keputusan. Jika ada kesalahan dalam penyusunan laporan, tentu akan mengurangi manfaat dari informasi keuangan tersebut.  Seorang Staf Akuntansi dan Keuangan dituntut untuk teliti, stick to the rules, dan memiliki kemampuan analisis yang baik. Tidak hanya itu, kami juga diharapkan untuk cakap dalam menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, maupun fasilitas lain yang disediakan oleh pihak kantor untuk menunjang kinerja.

 

Nah, selain laptop atau PC, apa saja sih tools yang nyaris selalu ada di meja kerja/kubikel seorang Staf Akuntansi dan Keuangan?

 

  1. Kalkulator

Alat hitung yang satu ini memang jadi semacam senjata yang wajib ada di meja kerja. Saat laptop atau PC sedang tidak bisa diandalkan, kalkulator lah yang jadi penyelamatnya. Nggak peduli jenisnya—entah itu scientific calculator atau kalkulator dagang kayak di pasar—kalkulator harus kita miliki.

Kalkulator

 

 

  1. Microsoft Excel

Staf Akuntansi dan Keuangan pasti sudah tidak asing lagi dengan program pengolah angka yang satu ini. Istilah-istilah seperti worksheet, formula, dan data filter tentu sudah akrab di telinga masing-masing. Perangkat lunak ini memang sudah seperti makanan sehari-hari. Mulai dari membuat form tagihan, membuat dokumen rekapitulasi, hingga menyusun laporan pun bisa dilakukan dengan memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat Microsoft Excel. Tidak heran kalau banyak perusahaan yang mensyaratkan pelamar untuk mahir dalam mengoperasikan Microsoft Excel.

excel

 

 

 

 

  1. Dokumen tagihan, faktur pajak, dan laporan.

Proses pencatatan transaksi keuangan harus didasarkan pada bukti-bukti dan dokumen pendukung yang lengkap. Misalnya, invoice, faktur pajak, surat perjanjian atau kontrak, surat pernyataan bank, dll. Kalau ada dokumen yang kurang lengkap, maka pencatatan menjadi kurang valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pegawai yang bekerja di bagian Akuntansi dan Keuangan harus mampu melakukan verifikasi dan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen yang diberikan kepada mereka. Selain itu juga harus kompeten untuk memastikan bahwa informasi dalam dokumen tersebut adalah benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku

dokumen

  1. Telepon

Alat komunikasi ini sering dilupakan, padahal fungsinya cukup vital lho. Dalam mengumpulkan informasi keuangan, terkadang kita perlu menghubungi pihak ketiga seperti supplier, vendor, atau pihak bank. Sedangkan, sinyal telepon seluler terkadang tidak stabil sehingga tidak dapat digunakan untuk berkomunikasi. Pesawat telepon-lah yang bisa menjadi andalan di saat genting.

  1. Software sistem informasi akuntansi

Kalau Microsoft Excel bermanfaat untuk menyusun laporan, software akuntansi berguna untuk mengolah data-data transaksi yang masih mentah dan mengubahnya menjadi laporan keuangan utuh yang siap dipergunakan. Telah banyak perusahaan yang mengubah sistem pencatatan akuntansinya dari manual menjadi otomatis dengan bantuan software akuntansi. Selain karena hemat waktu, software akuntansi pun mempermudah proses pencatatan transaksi. Pegawai tidak perlu menghabiskan kertas dan alat tulis untuk menjurnal transaksi. Data yang telah diinput di sistem informasi juga bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Praktis kan?

Itulah tadi serba serbi tentang pekerjaan saya sebagai Staf Akuntansi dan Keuangan. Bagaimana dengan pekerjaanmu?

 

(Artikel ini ditulis dalam rangka mengikuti Lomba Menulis Artikel dengan tema Dunia Seputar Kantor dan Gedung Perkantoran yang diselenggarakan oleh Newman Pearsons, Maret-April 2020)

Iseng Bikin Dalgona Coffee

Pasti teman-teman semua udah nggak asing dengan minuman kopi yang satu ini. Yap, minuman yang terdiri dari susu full cream kemudian diberi busa kopi nan creamy ini memang lagi viral di media social. Dalgona Coffee sendiri berasal dari Korea Selatan. Konon awalnya kopi ini tercipta dari keisengan masyarakat Korea yang saat itu harus melakukan social distancing dengan tinggal di rumah saja akibat merebaknya wabah Covid-19. Mereka nggak tahu harus menghabiskan waktu melakukan apa, jadilah mereka membuat Dalgona Coffee.

Cara meraciknya memang mudah dan unik. Kopi hitam tanpa ampas diseduh dengan air mendidih kemudian diberi gula, lalu diaduk hingga berubah menjadi foam atau busa kaku yang berwarna coklat muda. Busa ini nantinya dicampurkan dengan segelas susu full cream dan es batu.

Lalu apa yang membuat Dalgona Coffee ini unik dan viral? Jawabannya adalah busa kopi. Untuk membuat busa kopi yang creamy, (katanya) dibutuhkan 400 kali adukan dengan menggunakan sendok atau whisk selama kurang lebih 15 menit. Namun, jika menggunakan mixer, hanya butuh waktu sekitar 3 menit.

Penasaran, saya dan suami pun ikutan nyoba bikin Dalgona Coffee. FYI, kita bikin dua kali percobaan lho saking niatnya. Karena malas repot dan takut tangan jadi pegal, kami pun menggunakan mixer.

-First trial
Seminggu yang lalu kami coba eksekusi Dalgona Coffee ini. Namanya juga iseng, jadi nggak ada persiapan khusus. Semuanya pakai barang sisa dan yang kebetulan nggak ada di lemari, kami beli di warung kelontong. Pada percobaan pertama ini kami pakai kopi indocafe coffemix yang mengandung krimmer dan susu ultra full yang plain. Pertama, 2 sachet kopi indocafe diseduh dengan (kurang lebih) 5 sendok makan air mendidih. Setelah itu kami tambahkan gula sebanyak 1 sendok makan (karena kopinya udah mengandung gula, jadi nggak kami tambahin lagi). Lalu campuran tersebut diaduk dengan menggunakan mixer berkecepatan tinggi

Hasilnya seperti ini :

WhatsApp Image 2020-04-19 at 10.46.51

Foamnya masih encer, tidak begitu creamy. Selain itu warnanya juga tidak mengalami banyak perubahan. Padahal sudah diaduk menggunakan mixer selama hampir 7 menit. Ternyata kopi yang digunakan haruslah kopi hitam tanpa campuran apapun, sedangkan kopi sisa yang kami gunakan waktu itu adalah kopi yang mengandung krimer. Jadinya gagal deh. Walaupun sebenarnya rasanya cukup enak dan tidak terlalu pahit. Pas untuk yang nggak terlalu doyan kopi. Mirip-mirip es kopi gula aren.

-Second trial.
Setelah mengetahui tips dan triknya, kami pun memutuskan untuk akan mencoba lagi tapi dengan menggunakan kopi hitam merek Nescafe seperti yang direkomendasikan netizen. Kebetulan, sepupu saya yang penikmat kopi kemarin main ke rumah dan membawa kopi hitam Nescafe dari kantornya. Kami pun memutuskan untuk nyoba lagi bikin Dalgona Coffee, karena ternyata dia juga belum sempat nyobain. Caranya sama persis seperti di percobaan pertama, hanya saja takaran air dan gulanya disesuaikan. Kurang lebih takarannya jadi 1:1 atau 1:2.

Jadi, 1 sendok makan kopi = 1 atau 2 sendok makan air mendidih. Kemarin kami menggunakan 2 sendok makan kopi, 1 setengah sendok makan gula dan 4 sendok makan air mendidih. Susu yang kami gunakan adalah susu cair Frisian flag rasa full cream.

Hasilnya? Voila, hanya dalam waktu kurang lebih 3 menit, kopi berubah warna dan teksturnya menjadi lebih creamy dan kaku. Sesuai dengan tekstur asli Dalgona Coffee!.

(bisa dilihat kan perbedaannya)

Ternyata rahasianya memang ada di kopi yang digunakan. Kalau bisa jangan yang ada ampas dan campuran bahan lainnya ya. Oh ya, gula bisa ditambahkan sesuai selera. Saya sendiri lebih suka yang agak manis, jadi gulanya saya tambahin hehe.

Nah itu tadi keisengan kami membuat Dalgona Coffee saat #dirumahaja. Mau ngaduk pakai sendok, whisk, atau pun mixer, sah-sah saja.

Yang Telah Pergi dan Berlalu

tertegun harap di batas angan
tak kuasa menahan waktu yang berjalan
tak mampu menjemput rasa di penantian
hanya tersisa secawan kenangan
yang gegap gempita dalam khayalan
berlarian enggan berhenti
berkecamuk dalam sunyi
bergema riuh mengisi hati
samar berbisik ingin kembali
meski hilang lebur ditelan nyata
karena dunia kita kini telah berbeda melahirkan rindu di sudut jiwa
menjelma hampa yang lirih terasa.

Maret 2020

8 Tips Mudik Bareng Balita

Momen Idul Fitri selalu jadi momen yang menyenangkan setiap tahunnya. Pasti nggak sabar rasanya untuk mengisi liburan dengan berkumpul bersama kerabat, pergi ke tempat wisata, serta beragam aktifitas seru lainnya. Buat para perantau, mungkin kegiatan mudik jadi yang paling ditunggu

Meskipun Lebaran memang masih 2 bulan lagi, tapi
nggak ada salahnya kalau persiapan mudik dicicil dari sekarang. Terutama buat perantau yang akan mudik bersama balita dengan kendaraan pribadi, tentunya persiapan yang dilakukan harus lebih matang. Secara, balita butuh perawatan dan pengawasan khusus. Belum lagi kalau rewel, sakit, dll.

Nah kali ini saya akan berbagi tips khusus buat para mamah dan papah muda yang mau mudik bersama balita

1. Siapkan tas khusus untuk si kecil
Pisahkan tas yang akan digunakan untuk membawa barang-barang si kecil. Misalnya, 1 tas untuk baju, 1 tas untuk perlengkapan makan, dan 1 tas untuk mainan favorit. Jadi, kita ngga akan kesulitan untuk mencari barang-barang tersebut saat dibutuhkan

2. Gunakan baju yang nyaman
Selama perjalanan, usahakan si kecil selalu merasa nyaman agar ia tidak rewel. Salah satunya adalah dengan memakaikan dan membawakan baju ganti yang nyaman. Segera ganti pakaian jika si kecil berkeringat. Jika mudik ke tempat dingin, jangan lupa bawakan jaket/mantel ya

3 Bawa mainan dan buku favorit
Perjalanan jauh bisa membuat si kecil bosan. Jangankan si kecil, kita saja yang orang dewasa bisa bosan saat harus melakukan perjalanan jauh. Untuk mencegah si kecil bosan dan rewel, bawalah beberapa mainan atau buku kesayangan si kecil.

4. Bawa bekal yang cukup
Siapkan makanan kesukaan si kecil supaya asupan gizinya tetap terjaga selama di perjalanan. Misalnya, biskuit, roti, atau potongan buah-buahan. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau ya.

5. Istirahat
Perjalanan mudik ke kampung halaman tentu cukup melelahkan, apalagi kalau jaraknya jauh. Nah, agar tubuh tetap prima dan konsentrasi tetap terjaga, jangan lupa untuk beristirahat setiap 2-3 jam sekali. Kalau jarak kampungnya lebih dari 12 jam perjalanan, mungkin bisa dipertimbangkan untuk bermalam di penginapan lalu melanjutkan perjalanan keesokan harinya

6. Siapkan kotak P3K
Kita ngga akan tahu apa yang akan terjadi di perjalanan. Bisa saja kondisi tubuh tiba2 menurun. Untuk mengantisipasinya, siapkan kotak P3K berisi obat-obatan sederhana dan kain kasa serta plester luka. Ingat, sedia payung sebelum hujan.

7. Berangkat di pagi/siang hari.
Hal yang satu ini sering ketinggalan dalam rencana perjalanan kita. Kelihatannya sepele, tapi banyak keuntungan yang didapatkan jika memulai perjalanan di pagi atau siang hari. Diantaranya stamina yang masih bugar dan fokus yang masih terjaga, serta kita bisa melihat pemandangan-pemandangan yang mungkin jarang ditemukan di kota besar.

8. Berkendara sesuai aturan
Terakhir, berkendaralah dengan kecepatan yang sesuai dan tidak melebihi batas yang ditetapkan. Utamakan kenyamanan dan keamanan sehingga kita bisa selamat sampai tujuan.

Itu tadi beberapa tips mudik bareng balita yang bisa saya share. Semoga bermanfaat ya. Selamat mudik!

Cerita Mudik Part 2 : Review La Famille Villas-Hotels-Apartments Jepara

Akhirnya nemu juga waktu yang tepat untuk nulis artikel lanjutan dari postingan sebelumnya (cerita mudik part 1). Jadi, artikel ini merupakan artikel bersambung yang pertama kali saya buat. Awalnya mau bikin satu artikel, tapi kok panjang banget. Alhasil saya putuskan untuk dijadikan dua postingan yang berbeda.

Nah di postingan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman menginap di La
Famille , Jepara. Seperti apa sih? Check this out.

1. Harga kamar
Selain harganya sesuai budget, letaknya juga tidak jauh dari pusat kota. Hal tersebut menjadi alasan utama saya dan suami memilih La Famille sebagai tempat menginap saat mudik ke Jepara, Jawa Tengah pada Lebaran tahun 2019 yang lalu. Sebenarnya sih ada beberapa pilihan hotel lain yang sesuai dengan preferensi yang kami buat. Namun sayangnya, hotel-hotel tersebut sudah full booked untuk tanggal yang kami jadwalkan. Padahal, kami melakukan reservasi sejak jauh hari (sekitar 1,5 bulan sebelum Lebaran). Akhirnya pilihan pun jatuh pada La Famille. Kami melakukan reservasi melalui situs Agoda.com. Rate per room yang kami dapatkan sekitar 550 ribuan untuk 1 malam, sudah termasuk breakfast.

2. Lokasi dan konsep hotel
La Famille terletak tidak jauh dari Pantai Teluk Awur. Kurang lebih hanya 5 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. Hotelnya berada sekitar 300 meter dari pinggir Jalan Raya Kedung-Jepara, Karangkebagusan. Konsepnya sendiri menyerupai family homestay yang terdiri dari beberapa paviliun bergaya campuran Jawa-Eropa. Paviliun-paviliun tersebut diberi nama sesuai dengan ibukota-ibukota negara yang ada di benua biru. Saya sendiri waktu itu menginap di paviliun Berlin

WhatsApp Image 2020-03-08 at 00.13.43

3. Fasilitas
Seperti hotel dan penginapan pada umumnya, La Famille menyediakan berbagai fasilitas untuk para pengunjung seperti kolam renang, tempat parkir, taman, dll. Kolam renang di La Famille berukuran sedang dan dikelilingi oleh paviliun-paviliun. Tempat parkirnya cukup besar untuk menampung (maksimal) 8-12 mobil. Saat saya kesana, tampaknya pihak manajemen sedang melakukan revitalisasi kantong parkir. Terdapat juga taman mungil yang cukup instagramable untuk berfoto. Butuh jaringan internet agar tetap terkoneksi dengan teman atau saudara? Tenang aja, La Famille juga menyediakan fasilitas WiFi yang menjangkau semua paviliun.

4. Kamar atau paviliun
Awalnya saya mendapat paviliun (saya lupa namanya) yang terletak tepat di sisi kiri pintu yang membatasi lokasi parkir dan komplek paviliun. Untuk mencapai kamar di paviliun tersebut, kami harus menaiki tangga kayu. Namun, belum sempat tidur disana, saya ditawarkan untuk pindah ke paviliun lain yang letaknya dibawah. Tentu saya tidak menolak tawaran tersebut karena paviliun yang ditawarkan letaknya lebih dekat dengan pintu masuk dan kolam renang. Kami juga tidak harus menaiki tangga untuk sampai disana. Jadilah kami pindah ke paviliun Berlin.
Interior paviliunnya bergaya Eropa klasik. Didalamnya terdapat dapur kecil yang dilengkapi dengan kulkas, kamar mandi dengan shower dan ammenities, serta kamar tidur dengan perabot seperti televisi, lemari, sofa, rak untuk menaruh barang-barang. Ukuran paviliunnya cukup besar jika dihuni oleh 2-3 orang. Kamarnya pun nyaman
dengan pencahayaan yang cukup. Homey and clean deh pokoknya.

WhatsApp Image 2020-03-08 at 00.13.50 (2)
ruang televisi

5. Sarapan

Sesaat setelah kami tiba di paviliun, pihak manajemen menginformasikan hal-hal penting yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah sarapan, karena kamar yang kami pesan sudah termasuk sarapan. Ternyata untuk menu sarapan, terdapat 3 pilihan menu. Waktu itu pilihan yang tersedia adalah nasi goreng, mie goreng, dan sandwich, saya sendiri memilih nasi goreng. Cukup surprised dan excited karena nasi gorengnya ternyata enak dan ada pelengkap hidangan berupa buah manga dan orange juice. Oh iya, karena saat itu juga masih bulan puasa, pihak manajemen La Famille menginformasikan bahwa mereka tidak menyediakan menu sahur.

WhatsApp Image 2020-03-08 at 00.14.07
bonus Said yang pagi-pagi udah nongkrong di pinggir kolam

Overall, kami cukup puas dengan pelayanan yang diberikan La Famille. Hampir tidak ada kendala yang kami rasakan saat menginap disana selama 4 hari 3 malam saat peak season. Hanya saja, pihak manajemen sebaiknya perlu memperbesar plang/rambu penunjuk arah menuju hotel. Kami sempat hampir kelewatan karena plang nama La Famille kurang terlihat saat malam tiba.

Bagi teman-teman yang berencana liburan ke Jepara bersama keluarga, La Famille patut dijadikan referensi untuk tempat menginap.